Sebagai pekerja kesehatan yang setiap hari melihat orang-orang mengalir ke UGD dalam keadaan menderita, saya paling takut sakit. Selain penderitaan fisik, batin juga menderita mengingat ongkos yang dikeluarkan. Masyarakat cenderung berpikir kalau tidak ke spesialis atau ke rumah sakit swasta, tidak akan dilayani dan diperiksa dengan baik. Spesialis menjadi terbebani dengan jumlah pasien yang melebihi kapasitas, menurunkan waktu komunikasi yang sangat diperlukan antar dokter-pasien. Dirawat di rumah sakit swasta perlu biaya bisa sampai 6-7 digit. Asuransi kesehatan? Layanannya bervariasi. Asuransi pemerintah hanya untuk pegawai negeri. Asuransi swasta lumayan mahal, dengan pelayanan tergantung premi. Logikanya, asuransi lebih suka menerima klien sehat daripada sakit. Semakin berisiko kondisinya, semakin mahal preminya.
Mari kita lihat role model sebuah negara di Eropa yang menjadi pemberi pelayanan kesehatan terbaik menurut Euro Health Consumer Index 2009. Indeks ini membandingkan 32 negara Eropa dalam 6 kategori, yaitu hak dan informasi untuk pasien, e-health, waktu tunggu untuk diterapi, outcome terapi, luasnya layanan, dan obat-obatan. Negara manakah itu? Yap, Belanda. Bahkan dibandingkan Inggris, Kanada, Jerman, Australia, Amerika, dan Selandia Baru, Belanda tetap peringkat tertinggi. Dari segi indikator Ibu dan Anak, Belanda termasuk top 10 negara terbaik untuk ibu dan anak, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Save the Children 2011. Bahkan Obama menyebut Belanda sebagai referensi untuk reformasi sistem pelayanan kesehatan di Amerika.
Kenapa Belanda bisa mengalahkan negara-negara besar dengan anggaran kesehatan berlimpah itu?
Pertama, reformasi pembiayaan kesehatan yang dilakukannya tahun 2006. Semua penduduk harus ikut asuransi kesehatan ini. Pelayanan kesehatan dibiayai oleh 2 sistem: terapi jangka panjang seperti rawat inap semi-permanen dan biaya disabilitas seperti kursi roda, dibiayai oleh asuransi pemerintah; terapi jangka pendek dibiayai oleh asuransi swasta yang diharuskan memberikan paket asuransi yang diregulasi jenis dan kualitasnya oleh negara. Menariknya, premi tidak tergantung pada status kesehatan dan usia (ekualisasi risiko). Jadinya, paket asuransi ini bisa diperoleh setiap penduduk dengan biaya terjangkau. Pembiayaan kesehatan untuk semua tanpa diskriminasi.
Kedua, Belanda adalah negara (selain Denmark) terdepan dalam implementasi e-health di Eropa. Sistem informasi rumah sakit berbasis teknologi informasi, digitalisasi data dokter dan pasien yang bisa diakses secara nasional (unique ID), electronic medication service, e-prescribing, integrated disease management, e-consult, web-based referral service, dsb, dapat menurunkan error dalam pelayanan kesehatan. Memerlukan biaya mahal saat pemasangan infrastruktur, namun menghemat biaya dalam jangka panjang. Pelayanan kesehatan yang diberikan juga lebih cepat dan memuaskan.
Ketiga, SDM tenaga kesehatannya dihasilkan oleh sekolah tenaga profesional kesehatan yang unggul di bidangnya. Fakultas Kedokteran di University of Groningen menempati posisi tertinggi di Belanda, dan masuk peringkat 103 bidang Life Sciences & Medicine menurut QS World University Rankings 2010. Reformasi pendidikan kedokteran di dunia menjadi berbasis problem-based learning (PBL) dan mengutamakan komunikasi antara dokter/perawat-pasien bersumber di School of Health Professions Education di Maastricht University.
Kapan kita bisa seperti itu? Reformasi pendidikan kesehatan sudah mulai diakukan, terlepas dari pro-kontra berbagai pihak. Langkah kedua sudah mulai nampak di berbagai rumah sakit besar di Indonesia. Sementara itu, asuransi pelayanan kesehatan juga harus dibenahi. Suatu hari, kita akan sampai ke sana.
Pic diambil dari sini.









Komentar
http://kompetiblog2011.studidibelan...il_education
bagi sebagian masyrakat di Indonesia, membeli program asuransi sama saja mubazir. kenapa? soalnya banyak klien asuransi yang merasa tertipu sudah menginvestasikan dananya tapi tak bisa menikmati programnya. Padahal ini hanya karena ulah 'iseng' para agen asuransi nakal. Akhirnya peristiwa demi peristiwa yang didapat klien memberikan pandangan tersendiri bagi masyarakat sehingga terciptalah citra yang tidak bagus akan program asuransi.
ya ga sih?
betul itu betul ^^b
Metode pendaftaran ke Groningen mirip koq dengan Vrije Universiteit & Leiden. Bedanya, website pendaftarannya berwarna merah, sementara 2 lainnya biru muda dan tua.
Detilnnya bisa dilihat disini:
*) Mendaftar Studi di Belanda
http://kompetiblog2011.studidibelan...belanda.html
Untuk perjuangan memperebutkan beasiswa, cek motivasinya disini:
*) Beasiswa Bukan untuk Anak Mami
http://kompetiblog2011.studidibelan...uk_anak_mami
http://kompetiblog2011.studidibelan...ucation.html
Semoga artikelmu yang menang ya!
Sekalian mampir yuk untuk mendukung program Study In Holland NESO:
1) Mendaftar Studi di Belanda
http://kompetiblog2011.studidibelan...belanda.html
2) Beasiswa Bukan untuk Anak Mami
http://kompetiblog2011.studidibelan...uk_anak_mami