Kalau Jatuh Sakit di Belanda

Oleh: mina • Jumat, 13 Mei '11 06:28 • 14 komentarKompetiBlog 2011

Sebagai pekerja kesehatan yang setiap hari melihat orang-orang mengalir ke UGD dalam keadaan menderita, saya paling takut sakit. Selain penderitaan fisik, batin juga menderita mengingat ongkos yang dikeluarkan. Masyarakat cenderung berpikir kalau tidak ke spesialis atau ke rumah sakit swasta, tidak akan dilayani dan diperiksa dengan baik. Spesialis menjadi terbebani dengan jumlah pasien yang melebihi kapasitas, menurunkan waktu komunikasi yang sangat diperlukan antar dokter-pasien. Dirawat di rumah sakit swasta perlu biaya bisa sampai 6-7 digit. Asuransi kesehatan? Layanannya bervariasi. Asuransi pemerintah hanya untuk pegawai negeri. Asuransi swasta lumayan mahal, dengan pelayanan tergantung premi. Logikanya, asuransi lebih suka menerima klien sehat daripada sakit. Semakin berisiko kondisinya, semakin mahal preminya.

Mari kita lihat role model sebuah negara di Eropa yang menjadi pemberi pelayanan kesehatan terbaik menurut Euro Health Consumer Index 2009. Indeks ini membandingkan 32 negara Eropa dalam 6 kategori, yaitu hak dan informasi untuk pasien, e-health, waktu tunggu untuk diterapi, outcome terapi, luasnya layanan, dan obat-obatan. Negara manakah itu? Yap, Belanda. Bahkan dibandingkan Inggris, Kanada, Jerman, Australia, Amerika, dan Selandia Baru, Belanda tetap peringkat tertinggi. Dari segi indikator Ibu dan Anak, Belanda termasuk top 10 negara terbaik untuk ibu dan anak, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Save the Children 2011. Bahkan Obama menyebut Belanda sebagai referensi untuk reformasi sistem pelayanan kesehatan di Amerika.

Kenapa Belanda bisa mengalahkan negara-negara besar dengan anggaran kesehatan berlimpah itu?

Pertama, reformasi pembiayaan kesehatan yang dilakukannya tahun 2006. Semua penduduk harus ikut asuransi kesehatan ini. Pelayanan kesehatan dibiayai oleh 2 sistem: terapi jangka panjang seperti rawat inap semi-permanen dan biaya disabilitas seperti kursi roda, dibiayai oleh asuransi pemerintah; terapi jangka pendek dibiayai oleh asuransi swasta yang diharuskan memberikan paket asuransi yang diregulasi jenis dan kualitasnya oleh negara. Menariknya, premi tidak tergantung pada status kesehatan dan usia (ekualisasi risiko). Jadinya, paket asuransi ini bisa diperoleh setiap penduduk dengan biaya terjangkau. Pembiayaan kesehatan untuk semua tanpa diskriminasi.

Kedua, Belanda adalah negara (selain Denmark) terdepan dalam implementasi e-health di Eropa. Sistem informasi rumah sakit berbasis teknologi informasi, digitalisasi data dokter dan pasien yang bisa diakses secara nasional (unique ID), electronic medication service, e-prescribing, integrated disease management, e-consult, web-based referral service, dsb, dapat menurunkan error dalam pelayanan kesehatan. Memerlukan biaya mahal saat pemasangan infrastruktur, namun menghemat biaya dalam jangka panjang. Pelayanan kesehatan yang diberikan juga lebih cepat dan memuaskan.

Ketiga, SDM tenaga kesehatannya dihasilkan oleh sekolah tenaga profesional kesehatan yang unggul di bidangnya. Fakultas Kedokteran di University of Groningen menempati posisi tertinggi di Belanda, dan masuk peringkat 103 bidang Life Sciences & Medicine menurut QS World University Rankings 2010. Reformasi pendidikan kedokteran di dunia menjadi berbasis problem-based learning (PBL) dan mengutamakan komunikasi antara dokter/perawat-pasien bersumber di School of Health Professions Education di Maastricht University.

Kapan kita bisa seperti itu? Reformasi pendidikan kesehatan sudah mulai diakukan, terlepas dari pro-kontra berbagai pihak. Langkah kedua sudah mulai nampak di berbagai rumah sakit besar di Indonesia. Sementara itu, asuransi pelayanan kesehatan juga harus dibenahi. Suatu hari, kita akan sampai ke sana.

Pic diambil dari sini.

Tag: health

Yang merating:

Komentar

menurut saya, tahapan pertama yang harus ada agar negara kita bisa seperti itu adalah perubahan pola pandang dari masyarakat dulu akan asuransi.
bagi sebagian masyrakat di Indonesia, membeli program asuransi sama saja mubazir. kenapa? soalnya banyak klien asuransi yang merasa tertipu sudah menginvestasikan dananya tapi tak bisa menikmati programnya. Padahal ini hanya karena ulah 'iseng' para agen asuransi nakal. Akhirnya peristiwa demi peristiwa yang didapat klien memberikan pandangan tersendiri bagi masyarakat sehingga terciptalah citra yang tidak bagus akan program asuransi.

ya ga sih?
mindset pengguna atau klien asuransi akan berubah kalau sistem mau berubah. lakukan regulasi pada asuransi swasta itu, terutama segi pelayanan. sebagai dokter UGD RS swasta yang menerima pasien dari berbagai asuransi, saya melihat asuransinya sendiri tidak berusaha membuatnya kliennya nyaman. berbagai birokrasi harus dilalui pasien hanya untuk rawat inap. kalau tidak disetujui oleh pusat asuransinya Jakarta, saya tidak bisa memasukkan pasien ke ruangan, bahkan ke ICU, bayangkan. tengah malam sekalipun. kita harus menunggu telpon di sana diangkat, menunggu disambungkan ke dokternya, menunggu ACC dokternya, dsb dsb.
Makanya mbak... buruan daftar kuliah sana ke Groningen ambil studi kesehatan... biar sekembalinya bisa membangun negri... ; )

Metode pendaftaran ke Groningen mirip koq dengan Vrije Universiteit & Leiden. Bedanya, website pendaftarannya berwarna merah, sementara 2 lainnya biru muda dan tua.

Detilnnya bisa dilihat disini:
*) Mendaftar Studi di Belanda

http://kompetiblog2011.studidibelan...belanda.html

Untuk perjuangan memperebutkan beasiswa, cek motivasinya disini:
*) Beasiswa Bukan untuk Anak Mami

http://kompetiblog2011.studidibelan...uk_anak_mami
Eh iya, blog mu ku rate "Fantastisch" ya mbak. Sukses! : )
wah h.. asuransi dini sdh diterapkan dr dini dan secara merata di negara belanda.. semoga bisa merata jg di negara kita tercinta ini

http://kompetiblog2011.studidibelan...ucation.html
wow sistem pelayanan kesehatan yang terbaik untuk rakyat salut dech buat belanda, karena kalo rakyat sehat maka roda pembangunan dan ekonomi juga berjalan dengan baik : )
makasih Indra, Apin, Parma : )
Perfekt! Congrats eniwe, tulisannya masuk top 30 : D
Selamat datang di 30 besar! : D

Semoga artikelmu yang menang ya! : )

Sekalian mampir yuk untuk mendukung program Study In Holland NESO:

1) Mendaftar Studi di Belanda

http://kompetiblog2011.studidibelan...belanda.html

2) Beasiswa Bukan untuk Anak Mami

http://kompetiblog2011.studidibelan...uk_anak_mami
makasih Zul, Indra : ) doakan yaaa
or create account to post comments